Rabu, 02 Maret 2011

TULISAN DI ATAS PASIR

Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda,

dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit

di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul

temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika

diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan

sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang

tongkat di atas pasir: "Hari ini temanku telah memukul aku !!!"

Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula

berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya

...dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari

berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi

terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang.

"Aduh.... Tolong....Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong. Temannya

segera menengok ke dalam lubang dan berseru, "Teman, apakah engkau terluka?

Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk

menolongmu." Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia

berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon.

"Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan

kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat,

aku akan menarikmu keluar dari lubang."

Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari

lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata,

"Terima kasih, sobat!" Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu

karang dan berusaha menulis di atas batu itu, "Hari ini, temanku telah

menyelamatkan aku."

Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan,

"Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku

menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?" Anak yang di pukul itu

menjawab sabar, "Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena

kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin

segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus

bersama tiupan angin dan sapuan ombak."

"Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena

perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam

hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat."

Pembaca yang budiman,

"Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh

melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan

bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita,

sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.

Memang benar.... bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di

atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga

kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia.

Sebaliknya... tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti

tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk

kita kenang selamanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar